Iklan Banner
Selasa, Desember 16, 2025

Dugaan Premanisme Ormas Ganggu Pembangunan Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang

JAKARATA | RESOLUSINEWS.COM | Dugaan aksi premanisme oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) kembali mencuat. Kali ini, gangguan disebut terjadi dalam proses pembangunan pabrik mobil listrik milik produsen asal Tiongkok, BYD, di Subang, Jawa Barat.

Isu ini pertama kali diungkap Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, saat memenuhi undangan Pemerintah China dalam kunjungan ke Shenzhen. Menurutnya, pemerintah Indonesia harus bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang mengancam investasi asing.

- Advertisement -
- Advertisement -
Iklan ResolusiNews

“Sempat ada permasalahan terkait premanisme dari oknum ormas yang mengganggu pembangunan sarana produksi BYD. Pemerintah harus tegas menangani ini,” kata Eddy, dikutip dari detikOto.

Eddy menegaskan, jaminan keamanan merupakan hal mendasar dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di Indonesia. Ia khawatir, gangguan semacam ini akan menurunkan kepercayaan investor asing.

Kementerian Investasi Turun Tangan

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyatakan akan menindaklanjuti dan berkoordinasi langsung dengan pihak BYD untuk memastikan situasi di lapangan.

“Kami akan coba mengontak langsung BYD hari ini untuk mengetahui situasinya. Detailnya harus kami dapat dari sumber utama,” ujar Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, di Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Nurul menegaskan bahwa aksi premanisme dan pungutan liar menjadi hambatan serius bagi investasi di Indonesia. Ia menyebut, gangguan seperti ini bukan hanya merugikan investor, tetapi juga merusak citra Indonesia di mata dunia.

“Isu seperti ini berkontribusi pada mahalnya biaya ekonomi dan investasi. Bahkan bisa berdampak pada hilangnya potensi lapangan kerja bagi ribuan masyarakat,” tegasnya.

Investasi Besar dan Harapan Ekonomi

BYD, salah satu produsen mobil listrik terbesar asal China, tengah membangun fasilitas produksi di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Total nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek ini mencapai Rp 11,7 triliun.

Proyek ini diharapkan tidak hanya menggenjot pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor manufaktur dan teknologi hijau.

Pemerintah pusat dan daerah kini dihadapkan pada tantangan untuk menjamin stabilitas dan keamanan proyek-proyek strategis, guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

( Detik.com )

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis berdasarkan sumber yang dapat dipercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi resolusinews.com dan dapat mengalami pembaruan sesuai perkembangan informasi terbaru maupun klarifikasi dari pihak terkait.
Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Top News

Populer

Global

Deforestasi Hutan RI 2025 Capai 166 Ribu Hektare, Tiga Provinsi ini Paling Parah

RESOLUSINEWS.COM - Tingkat deforestasi di Indonesia meningkat tajam dalam lima tahun terakhir, dengan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi wilayah dengan laju penggundulan...
spot_img

Trending

Teknologi

Politik

Stories

Popup Gambar