Demo di Hentikan Setoran Yang Diharuskan Tambang Pasir Ilegal di Marga Tiga

Bagikan Berita:


 

Resolusi] Lampung – Lampung Timur
. Maraknya Penambang Pasir Ilegal dengan menggunakan mesin sedot di Desa Tri Sinar, Desa Sukaraja Tiga, Desa Negeri Jumanten dan Desa Gedung Wani kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur, selasa 13/okt/2020

Problemik di kalangan masyarakat tentang ada nya penambangan pasir di wilayah kecamatan marga tiga bertempat di desa sukaraja 3, Desa Tri Sinar, Desa Negeri Jumanten dan Desa Gedung Wani, saat ini menjadi sesuatu yang hangat untuk di perbincangkan apa lagi salah satu tambang pasir tersebut di duga Milik Oknum anggota Polsek Marga Tiga berinisial (M),

“Pasalnya” belum lama ada gejolak masyarakat hingga menimbulkan demo dari tokoh adat setempat tentang penolakan adanya penambang pasir di peraiaran mereka, karena mereka khawatir akan ada pengikisan dataran aliran sungai di kemudian hari,

Namun saat ini muncul lagi berganti penambang dan pengelola yang tidak berizin,

Hal itu di sampaikan oleh beberapa masyarakat kepada awak media saat bertemu sapa di kediaman mereka Selasa 13/10/2020,

“kami heran bang, kenapa para pihak aparat penegak hukum tidak mengambil tindakan, padahal sudah jelas jelas itu ada penambangan pasir yang sudah pasti tidak memiliki izin, tapi kenapa mereka malah memilih untuk berdiam diri seolah olah mereka tidak tahu menahu, di tambah lagi pamong desa nya yang gak “open” atau perduli, kami cuma masyarakat biasa bisa apa mas, makanya kami cuma bisa bercerita, mau ngadu kemana dan kepada siapa, sedangkan kami cuma petani biasa yang tidak tahu aturan dan hukum” ujar mereka

Saat ditanya Anto seorang pekerja yang saat itu ada di lokasi pertambangan pasir tersebut menjawab “saya tidak tahu apa apa mas saya cuma kerja, pemilik nya bapak dirjo, rumah nya depan lapak singkong, saya kerja disini masih baru” ucap nya

Pemilik usaha penambangan tersebut bapak dirjo saat di temui di kediaman nya menjelaskan “saya sudah koordinasi kepada pamong desa, masyarakat hingga pihak kepolisian, mereka mengizinkan dengan catatan, setiap rit atau setiap mobil yang mengangkut pasir saya setor ke kadus sebesar 5000 rupiah, guna nya untuk pembangunan dan pembenahan di dusun itu sendiri, kalau ke pihak kepolisian si cuma sekedar nya aja mas itu semua untuk komitmen kerja nya,” jelas dirjo

“saya punya keluarga pejabat juga mas, dia kabagren, kalau ada apa apa saya tinggal telfon dia” tambah nya.

Menurut keterangan dari 7 penambang yang lainya, saat di wawancara, mengeluhkan adanya setoran, setiap mesin hidup, satu mesin setor 200 ribu ke pengurus Adat, Ujarnya.

 

sementara Kanit Reskrim Polsek Kecamatan Marga Tiga muji saat Hendak di konfirmasi selalu tidak bertemu lalu di konfirmasi melalui Via Chat Whatshap tidak menjawab tetapi malah memblokir Countak Person Wartawan. [Red] (Br/Dian)

Redaktur : Herwandi

2662
About Resolusi 762 Articles
Berita Fakta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*