Iklan Banner
Senin, Desember 15, 2025

Pemkab Bekasi Normalisasi Sungai di Pebayuran untuk Antisipasi Banjir dan Dukung Pertanian

PEBAYURAN | RESOLUSINEWS.COM | Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi tengah melaksanakan kegiatan normalisasi sungai di lima titik yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Pebayuran.

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, mengatakan bahwa normalisasi ini merupakan langkah strategis Pemkab Bekasi untuk memperkuat tanggul kritis, mengantisipasi banjir saat musim hujan, serta menata aliran sungai di wilayah tersebut.

- Advertisement -
- Advertisement -
Iklan ResolusiNews

“Normalisasi ini fokus pada titik-titik rawan, terutama tanggul-tanggul kritis yang sangat krusial. Ini juga merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat, khususnya para petani. Diharapkan, dengan pembersihan dan pengerukan sungai, risiko banjir bisa berkurang dan aliran sungai menjadi lebih lancar,” ujarnya pada Kamis (8/5/2025).

Berita Lainnya  Diana Komala Putri: ASPPERWI Jadi Wadah Kolaborasi Pelaku Pariwisata Karawang

Adapun lima titik normalisasi meliputi Kali Pesiut (2 titik), Kali Segaran, Kali Camar, dan Kali Bakung. Lokasi tersebut mencakup tujuh desa, yaitu Desa Karangharja, Karangsegar, Karangpatri, Karangreja, Karangjaya, Bantarjaya, dan Bantarsari.

Selain mendukung normalisasi sungai, pihak kecamatan juga aktif dalam penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran sungai guna mengembalikan fungsi lahan dan menciptakan sempadan sungai yang lebih tertib.

“Kami sangat mendukung penertiban bangli sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bekasi. Penataan yang baik akan berdampak positif terhadap produktivitas pertanian dan mendorong peningkatan hasil panen masyarakat,” jelas Hasyim.

Berita Lainnya  Diana Komala Putri: ASPPERWI Jadi Wadah Kolaborasi Pelaku Pariwisata Karawang

Ia menambahkan, normalisasi sungai juga penting untuk meningkatkan kapasitas pasokan air saat musim kemarau, sehingga saluran irigasi dapat dioptimalkan dan area pertanian dapat diperluas.

“Lewat normalisasi ini, kami berharap aliran air menjadi lancar agar bisa dimanfaatkan para petani, terutama di musim kemarau. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mencegah jebolnya tanggul saat musim hujan,” tandasnya.

 

(Bekasikab.go.id)

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya

Top News

Populer

Global

Deforestasi Hutan RI 2025 Capai 166 Ribu Hektare, Tiga Provinsi ini Paling Parah

RESOLUSINEWS.COM - Tingkat deforestasi di Indonesia meningkat tajam dalam lima tahun terakhir, dengan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi wilayah dengan laju penggundulan...
spot_img

Trending

Teknologi

Politik

Stories

Popup Gambar