Bawaslu Lamtim Telah Rekomendasikan Lima orang PNS yang Diduga tidak Netral Dalam Pilkada & Mendukung Salah Satu Calon

Bagikan Berita:


Resolusi ] Lampung – Lampung Timur. Belum genap satu bulan pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur telah merekomendasikan lima (5) orang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu disampaikan Winarto, Koordinator Bidang Penindakan Bawaslu Kabupaten Lampung Timur Kamis (15/10/20).
Kepada awak media, diruang kerjanya, Bidang penindakan Bawaslu sampai dengan saat ini telah merekomendasi 5 orang pegawai negri atau ASN yang diduga terlibat dalam kegiatan politik, dan memihak salah satu Calon Kepala Daerah (Cakada) 2020.

,”Benar sampai saat ini kita sudah merekomendasi 5 orang ASN pada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), empat (4) diantaranya telah dikeluarkan putusanya, oleh KASN, dan putusan itu langsung turun kepada Pemerintah Daerah selaku penanggung jawab,” ungkap Winarto.

Keempat ASN tersebut diantaranya, Dawam Rahardjo kala itu melakukan pelanggaran atas pemasangan Alat Peraga Sosialisasi (APS).
Hal serupa juga terjadi pada Siswanto dan Sri Wahyu Ningsih.
Satu orang lagi salah satu Pejabat eselon III dilingkungan Pemerintah Daerah Lampung Timur.

Sementara satu orang lagi masih menunggu hasil keputusan dari KASN Pusat.
,”Rekomendasi kita ke KASN salahsatu Pejabat Eselon III pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura, sampai saat ini masih dalam proses KASN, belum tau apa hasil dan keputusanya,” tambah Winarto.

Dalam kesempatan itu, Winarto juga menyampaikan hasil investigasi dan klarifikasi tim dari Bawaslu atas laporan dari elemen masyarakat atas adanya dugaan keterlibatan penyelenggara bantuan sosial didesa Marga Mulyo dan Desa Dono Mulyo Kecamatan Bumi Agung telah direkomendasikan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur. [Fit/Her]

Redaktur Herwandi

166
About Resolusi 762 Articles
Berita Fakta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*